| Written by Administrator, on 26-12-2008 15:02 |
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pekanbaru menolak rencana pembuatan ATM kondom di kota ini untuk mengatasi masalah aids. Penyakit yang antara lain ditularkan lewat hubungan seks bebas ini bukan harus diatasi dengan membuat ATM kondom.
‘’Dengan rencana ini justru akan semakin terjadi seks bebas, karena masyarakat akan lebih mudah mengakses kondom di tempat umum. Mudaratnya lebih banyak dari manfaatnya,” ujar Sekretaris Umum MUI Kota Pekanbaru, HM Ridwan Hasbi Lc MA.
Hal itu dikatakannya kepada Riau online, Sabtu (4/2) usai menggelar pertemuan dengan beberapa pemuka umat Islam di kota ini yang sengaja diundang MUI Pekanbaru ke kantor MUI.
Di antara unsur yang diundang dan hadir adalah dari Muhammadiyah, MDI (Majelis Dakwah Islamiyah), Ikmi (Ikatan Masjid Indonsia), DDII (Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia), Depag Pekanbaru.
Dalam kesempatan itu hadir juga Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Ayat Cahyadi SSi, dan Sekretaris Umum MUI Provinsi Riau, H Fajeriansyah Lc MA, selain unsur MUI Kota Pekanbaru sendiri.
Ridwan Hasbi memaparkan, ATM kondom yang rencananya akan dibuat di tiga tempat di kota ini tidak akan menyelesaikan masalah pemberantasan HIV/Aids. Yang justru terjadi adalah bertambahnya kemaksiatan.
Bahkan jika ini benar-benar diwujudkan pemerintah, maka akan ada kesan pemerintah melegalkan prostitusi. Padahal dalam Alquran disebutkan bahwa untuk mendekati zina saja dilarang (QS. Al-Isra‘: 32). Untuk mendekat saja sudah dilarang, apalagi melakukan dan melegalkan secara massal.
‘’Kita akan menyurati BKKBN untuk mengurungkan niat ini. Selain itu kita juga akan sampaikan ini kepada instansi terkait seperti wali kota dan unsur lainnya,” ujar Ridwan.
Sumber: www.riau.go.id
|